oleh

Skrining Kesehatan Jadi Alarm Dini Mahasiswa di Tengah Padatnya Aktivitas Kampus

realitasulut.com Tondano – Kesibukan perkuliahan, aktivitas organisasi, hingga kehidupan sosial sering kali membuat mahasiswa mengabaikan kondisi kesehatannya. Padahal, menjaga kesehatan sejak usia muda menjadi langkah penting untuk mencegah berbagai penyakit di masa depan. Salah satu upaya sederhana yang mulai didorong di lingkungan kampus adalah melakukan skrining kesehatan secara rutin.

Skrining kesehatan merupakan proses pemeriksaan untuk mendeteksi potensi penyakit atau gangguan kesehatan sejak dini, bahkan sebelum gejala muncul. Pemeriksaan ini dinilai penting karena sejumlah penyakit seperti hipertensi, diabetes, kolesterol tinggi, hingga gangguan kesehatan mental dapat berkembang perlahan tanpa disadari.

banner 336x280

Meski berada pada usia produktif, banyak mahasiswa masih menganggap pemeriksaan kesehatan bukan prioritas. Pola hidup selama masa kuliah seperti jadwal yang padat, pola makan tidak teratur, kurang tidur, stres akibat tugas dan ujian, serta minim aktivitas fisik justru berpotensi meningkatkan risiko gangguan kesehatan.

Raien Simbala (20), seorang mahasiswa, mengaku sebelumnya tidak terlalu memedulikan kondisi kesehatannya. Ia merasa tubuhnya tetap sehat selama tidak merasakan keluhan apa pun. Namun pandangannya berubah setelah mengikuti kegiatan skrining kesehatan yang diadakan di kampus.

“Awalnya saya pikir kalau masih muda dan tidak ada keluhan berarti tubuh sehat-sehat saja. Tapi setelah ikut skrining kesehatan, saya jadi lebih sadar bahwa menjaga kesehatan itu penting sejak sekarang,” ujar Raien.

Ia mengatakan hasil pemeriksaan tersebut memberikan gambaran nyata mengenai kondisi tubuhnya yang selama ini kurang diperhatikan. Pengalaman itu membuatnya mulai menerapkan pola hidup yang lebih sehat agar tetap produktif menjalani perkuliahan.

“Setelah ikut skrining, saya mulai memperbaiki pola makan, lebih rutin olahraga, dan berusaha mengatur waktu istirahat supaya tidak sering begadang,” tambahnya.

Beberapa jenis skrining kesehatan yang dianjurkan bagi mahasiswa antara lain pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, indeks massa tubuh (IMT), kadar kolesterol, hingga pemeriksaan kesehatan mental. Pemeriksaan tersebut umumnya mudah dilakukan di fasilitas kesehatan tingkat pertama dengan biaya yang relatif terjangkau.

Selain membantu mendeteksi penyakit sejak dini, skrining kesehatan juga dinilai mampu meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap pentingnya pola hidup sehat. Dengan mengetahui kondisi tubuh secara berkala, mahasiswa dapat lebih cepat melakukan perubahan gaya hidup sebelum muncul masalah kesehatan yang lebih serius.

Membangun kebiasaan melakukan skrining kesehatan sejak usia muda menjadi investasi jangka panjang bagi masa depan. Kondisi tubuh yang sehat tidak hanya mendukung aktivitas akademik secara optimal, tetapi juga meningkatkan konsentrasi belajar dan produktivitas sehari-hari. Karena itu, mahasiswa diharapkan mulai lebih peduli terhadap kesehatan dan tidak menunggu sakit terlebih dahulu untuk melakukan pemeriksaan rutin.(Njel)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *