realitasulut.com Minahasa – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa mengawali bulan Juni 2026 dengan nuansa spiritual yang kuat melalui pelaksanaan Ibadah Oikumene yang digelar di Wale Ne Tou Tondano, Rabu (3/6/2026).
Ibadah rutin bulanan tersebut dihadiri langsung Bupati Minahasa Dr Robby Dondokambey SSi MAP, Wakil Bupati Vanda Sarundajang SS, Ketua DPRD Minahasa Franky Wolayan SE, Ketua TP-PKK Minahasa Martina Dondokambey-Lengkong SE, para asisten, kepala perangkat daerah, serta jajaran Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemkab Minahasa.
Suasana ibadah berlangsung khidmat saat Ketua Majelis Daerah GPdI Sulawesi Utara, Pdt Ivonne Indria Awuy-Lantu, menyampaikan firman Tuhan yang menekankan pentingnya menjaga iman dan pengabdian dalam menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Dalam khotbahnya, Pdt Awuy mengingatkan bahwa setiap pemimpin dan pelayan masyarakat merupakan pribadi yang dipilih Tuhan untuk mengemban tanggung jawab yang dipercayakan.
“Dalam Injil Yohanes dikatakan bukan kita yang memilih Tuhan, tetapi Tuhan yang memilih kita. Karena itu, tetaplah dekat dengan Tuhan dalam setiap pergumulan hidup dan pekerjaan,” ujar Pdt Awuy.
Ia juga menegaskan bahwa pertolongan Tuhan tidak pernah terlambat bagi mereka yang setia dan mengandalkan-Nya. Menurutnya, Minahasa atau Tanah Malesung merupakan daerah yang diberkati dengan kekayaan alam yang melimpah untuk menopang kesejahteraan masyarakat.
“Tanah Malesung diberkati Tuhan. Apa yang menjadi kebutuhan kita sesungguhnya telah Tuhan sediakan melalui kekayaan alam yang dimiliki daerah ini,” katanya.
Sementara itu, Bupati Robby Dondokambey menegaskan bahwa Ibadah Oikumene bukan sekadar agenda rutin pemerintahan, melainkan momentum untuk memperkuat integritas, moralitas, dan spiritualitas aparatur negara.
Menurutnya, ASN tidak hanya dituntut memiliki kompetensi dan kemampuan teknis dalam menjalankan roda pemerintahan, tetapi juga harus memiliki fondasi moral dan spiritual yang kuat.
“Ibadah Oikumene merupakan momentum untuk memperteguh iman dan membangun kesadaran bahwa setiap tugas yang kita emban sebagai pelayan masyarakat adalah bentuk pengabdian kepada Tuhan dan sesama,” ujar Dondokambey.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh jajaran Pemkab Minahasa atas dedikasi dan kerja keras yang telah menghasilkan berbagai capaian positif bagi daerah.
Salah satu prestasi yang mendapat perhatian khusus adalah keberhasilan Pemkab Minahasa kembali meraih opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia untuk ke-12 kalinya secara berturut-turut.
Bupati pun mengingatkan seluruh perangkat daerah agar terus menindaklanjuti rekomendasi BPK sebagai bahan evaluasi guna meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan profesional.
“Prestasi ini harus menjadi motivasi bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kinerja dan pelayanan kepada masyarakat,” pungkasnya.(Njel)












Komentar