Tomohon,Realitasulut.com – Menindaklanjuti arahan Wali Kota Tomohon, Caroll Senduk, dalam rapat kerja perdana, Senin (05/01/2026), Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Tomohon, Hengky Supit, mengeluarkan peringatan dini bencana hidrometeorologi melalui Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops-PB).

Peringatan ini dikeluarkan menyusul rilis prakiraan cuaca dari BMKG yang menyebutkan potensi hujan lebat disertai angin kencang di wilayah Sulawesi Utara, termasuk Kota Tomohon.
Kondisi tersebut dinilai berpotensi memicu bencana hidrometeorologi basah seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang.
Hengky Supit mengimbau seluruh masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, khususnya yang beraktivitas atau bermukim di wilayah rawan bencana.
Beberapa titik yang menjadi perhatian antara lain jalur Tomohon–Manado, Tomohon–Tanawangko, Tomohon–Tondano, serta akses jalan lingkar timur dan barat.
Selain itu, kawasan permukiman di daerah aliran sungai (DAS) Ranowangko, wilayah perbukitan dan lereng, serta permukiman dengan talud atau penahan tanah yang sudah tua juga diminta lebih waspada terhadap potensi longsor dan banjir.
BPBD Kota Tomohon juga menyoroti wilayah yang secara historis pernah mengalami banjir, seperti Kelurahan Walian 1, Walian 2, Matani 1, Matani 2, Paslaten 1, Talete, Kolongan, serta wilayah lain dengan potensi serupa.
“Jika hujan terjadi dalam durasi yang cukup lama, masyarakat di lokasi rawan diminta tetap waspada, tidak memaksakan aktivitas yang berisiko, serta terus memantau informasi resmi dari BMKG, BPBD, dan pemerintah setempat.
Bila kondisi dinilai membahayakan, segera mengungsi ke tempat yang lebih aman,” imbau Hengky Supit.
Ia juga menegaskan, apabila terjadi bencana atau terlihat tanda-tanda awal bencana, masyarakat diminta segera menghubungi Call Center 112 atau melapor ke pemerintah kelurahan setempat maupun petugas terkait.
BPBD Kota Tomohon mengajak seluruh masyarakat untuk tetap tenang, tidak panik, namun selalu waspada serta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar demi keselamatan bersama.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya peningkatan kesiapsiagaan daerah menghadapi potensi cuaca ekstrem di awal tahun 2026, sebagaimana ditekankan Wali Kota Tomohon dalam rapat kerja perdana.















Komentar