oleh

Benteng Moraya Jadi Panggung Budaya, Robby Dondokambey Ajak Generasi Muda Rawat Warisan Leluhur

realitasulut.com MINAHASA – Nuansa budaya dan semangat kebersamaan mewarnai kawasan Benteng Moraya, Tondano, Selasa (3/11/2026). Berbagai kesenian tradisional ditampilkan dalam pergelaran seni dan budaya yang menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi ke-598 Kabupaten Minahasa.

Kegiatan tersebut secara resmi dilepas Bupati Minahasa Dr. Robby Dondokambey, S.Si., M.A.P., bersama Wakil Bupati Pnt. Vanda Sarundajang, S.S., M.A.P. Pergelaran ini melibatkan berbagai kelompok seni yang tampil memperkenalkan kekayaan tradisi daerah kepada masyarakat.

banner 336x280

Sejumlah atraksi budaya turut memeriahkan kegiatan, di antaranya Tari Maengket, penampilan drumband, hingga Tarian Kabasaran yang dibawakan berbagai organisasi. Penampilan tersebut menghadirkan keberagaman ekspresi seni yang menjadi bagian dari identitas masyarakat Minahasa.

Dalam sambutannya, Bupati Robby Dondokambey menekankan bahwa kegiatan tersebut memiliki makna lebih luas daripada sekadar memeriahkan perayaan hari jadi daerah. Menurutnya, seni dan budaya merupakan warisan leluhur yang harus terus dijaga agar tidak tergerus perkembangan zaman.

Ia menyebutkan, kekayaan budaya Minahasa tercermin melalui pakaian adat, tarian tradisional, musik daerah, bahasa, hingga berbagai tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

Karena itu, keterlibatan generasi muda dalam kegiatan kebudayaan dinilai penting untuk memastikan warisan tersebut tetap dikenal dan dilestarikan.

“Semua ini merupakan identitas yang harus kita jaga, lestarikan, dan perkenalkan kepada generasi muda maupun masyarakat luas,” ujar Dondokambey.

Bupati juga memberikan perhatian khusus terhadap pemilihan Benteng Moraya sebagai lokasi kegiatan. Kawasan bersejarah tersebut memiliki nilai penting dalam perjalanan masyarakat Minahasa dan menjadi simbol perjuangan, keberanian, persatuan, serta semangat pantang menyerah para leluhur.

Menurutnya, nilai-nilai sejarah tersebut harus terus diwariskan sebagai sumber inspirasi dalam membangun Minahasa ke depan.

Selain memperkuat kecintaan terhadap budaya lokal, pergelaran ini diharapkan menjadi ruang untuk mempererat persaudaraan masyarakat. Keberagaman yang ada di Minahasa harus terus dirawat melalui semangat kebersamaan dan sikap saling menghormati.

Kepada seluruh peserta, Bupati mengingatkan agar mengikuti setiap rangkaian kegiatan dengan penuh semangat, menjaga ketertiban, keamanan, dan keselamatan, serta menampilkan kreativitas terbaik dalam memperkenalkan kekayaan budaya daerah.

Lebih jauh, ia mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan momentum perayaan HUT ke-598 Minahasa sebagai kesempatan memperluas promosi pariwisata dan kebudayaan hingga ke tingkat nasional bahkan internasional.

“Mari kita promosikan pariwisata Minahasa agar semakin dikenal, bukan hanya di tingkat daerah dan regional, tetapi juga nasional hingga mancanegara,” ajaknya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP-PKK Kabupaten Minahasa Ny. Martina W. Dondokambey-Lengkong, S.E., jajaran Forkopimda, perwakilan Polres Minahasa, Kodim 1302/Minahasa, Kejaksaan Negeri Minahasa, serta undangan lainnya.

Melalui pergelaran seni dan budaya ini, Pemerintah Kabupaten Minahasa berharap warisan tradisi leluhur tidak hanya menjadi bagian dari sejarah, tetapi terus hidup dalam kehidupan masyarakat sekaligus menjadi daya tarik pariwisata daerah.(Njel)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *