oleh

Anak Sakit, Kekhawatiran Sirna: Fiiamda Nuos Rasakan Manfaat JKN sebagai Penopang Keluarga

realitasulut.com Tondano – Rasa lega kini dirasakan Fiiamda Nuos (35), warga Desa Kaweng, Kecamatan Kakas, Kabupaten Minahasa, setelah merasakan langsung manfaat Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Melalui kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK), biaya pengobatan anaknya yang sempat dirawat di rumah sakit dapat ditanggung sepenuhnya tanpa membebani kondisi ekonomi keluarga.

banner 336x280

Sebagai ibu rumah tangga, Fiiamda mengaku kehidupan keluarganya bergantung pada penghasilan sang suami yang hanya cukup memenuhi kebutuhan sehari-hari. Di tengah keterbatasan tersebut, keberadaan jaminan kesehatan menjadi penopang penting ketika musibah datang tanpa diduga.

Kepanikan sempat menyelimuti dirinya saat sang anak jatuh sakit dan membutuhkan perawatan medis. Kekhawatiran akan besarnya biaya pengobatan membuatnya cemas. Namun, rasa takut itu berubah menjadi kelegaan setelah mengetahui seluruh biaya pelayanan kesehatan dijamin melalui BPJS Kesehatan.

“BPJS Kesehatan sangat membantu saya, karena saya tidak perlu lagi mengeluarkan uang untuk biaya pengobatan anak saya. Saya sangat terbantu melalui bantuan pemerintah,” ujar Fiiamda saat ditemui, Rabu (07/05).

Pengalaman tersebut menjadi pelajaran berharga bagi Fiiamda tentang pentingnya memiliki perlindungan kesehatan. Baginya, Program JKN merupakan bukti nyata hadirnya negara dalam memberikan rasa aman bagi masyarakat, khususnya keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas.

“Sakit bisa datang kapan saja tanpa kita ketahui. Penghasilan kami hanya cukup untuk kebutuhan makan. Kalau harus memikirkan biaya pengobatan, saya tidak sanggup. Untungnya ada BPJS Kesehatan yang menjamin kami saat sakit,” tuturnya.

Tidak hanya merasakan manfaat dari sisi pembiayaan, Fiiamda juga mengaku memperoleh pelayanan kesehatan yang setara tanpa adanya perbedaan meskipun dirinya merupakan peserta PBI-JK yang iurannya ditanggung pemerintah.

Kesadaran akan pentingnya perlindungan kesehatan mendorong Fiiamda untuk mengajak masyarakat yang belum terdaftar agar segera menjadi peserta JKN.

Menurutnya, kepesertaan JKN merupakan bentuk antisipasi terhadap risiko kesehatan yang dapat datang sewaktu-waktu.

“Saya mengimbau masyarakat yang belum terdaftar agar segera menjadi peserta BPJS Kesehatan. Ibarat sedia payung sebelum hujan, dengan menjadi peserta JKN, beban biaya tidak lagi menjadi ketakutan saat sakit datang,” katanya.

Program JKN menjadi salah satu wujud komitmen pemerintah dalam menghadirkan perlindungan kesehatan yang merata bagi seluruh masyarakat Indonesia. Dengan berbagai inovasi layanan yang terus dikembangkan BPJS Kesehatan, diharapkan tidak ada lagi masyarakat yang terkendala biaya ketika membutuhkan pelayanan kesehatan.(Njel)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *