RealitaSulut.com,TOMOHON – Pengelola SPPG Walian Satu mengambil langkah cepat dengan menghentikan distribusi makanan setelah ditemukan indikasi bahan baku ikan yang tidak memenuhi standar kelayakan konsumsi.
Penanggung jawab SPPG Walian Satu, Rinaldy Hoesin, menjelaskan bahwa temuan tersebut muncul saat tim dapur melakukan pemeriksaan rutin terhadap pasokan ikan tuna yang baru diterima.
Meskipun bahan baku dalam kondisi berbalut es, tim operasional menemukan tanda-tanda penurunan kualitas pada sebagian ikan.
Proses pengolahan tetap dilakukan untuk memastikan kondisi sebenarnya. Namun setelah dilakukan pengecekan lanjutan, termasuk uji kelayakan sebelum distribusi, tim menyimpulkan bahwa bahan tersebut tidak aman untuk dikonsumsi.
“Keselamatan siswa adalah prioritas utama. Begitu ada indikasi risiko, sekecil apa pun, kami langsung menghentikan distribusi hari itu juga,” ujar Rinaldy. Kamis, (27/02).
Langkah penghentian dilakukan secara menyeluruh untuk mencegah kemungkinan dampak kesehatan seperti gangguan pencernaan maupun reaksi alergi.
Pihak pengelola menilai keputusan tersebut sebagai bentuk tanggung jawab dalam menjaga standar keamanan pangan.
Penanggung Jawab Mitra SPPG Walian Satu, Juli Suot, menyampaikan bahwa pihaknya langsung melakukan evaluasi internal serta peninjauan terhadap sistem pengadaan bahan baku.
Proses seleksi ulang mitra pemasok kini tengah berjalan guna memastikan kualitas dan konsistensi pasokan ke depan.
“Kami memperketat mekanisme pemeriksaan dan pengawasan agar kejadian serupa tidak terulang. Standar mutu akan menjadi prioritas utama,” tegasnya.
Manajemen SPPG Walian Satu juga menyampaikan permohonan maaf atas tertundanya distribusi makanan pada hari tersebut.
Namun mereka menegaskan bahwa keputusan ini diambil semata-mata untuk menjamin keamanan dan kesehatan seluruh siswa.












Komentar