realitasulut.com MINAHASA – Perayaan enam dekade perjalanan pelayanan Jemaat GMIM Imanuel Sendangan, Kecamatan Sonder, tidak hanya menjadi ungkapan syukur atas penyertaan Tuhan, tetapi juga momentum memperkuat kepedulian sosial dan mengambil bagian dalam pembangunan daerah.
Pesan tersebut disampaikan Wakil Bupati Minahasa, Vanda Sarundajang, S.S., M.A.P., saat menghadiri Ibadah Syukur Hari Ulang Tahun (HUT) ke-60 Jemaat GMIM Imanuel Sendangan, Minggu (1/11/2026), di Gedung Gereja GMIM Imanuel Sendangan.
Kehadiran Vanda dalam kegiatan tersebut mewakili Bupati Minahasa, Dr. Robby Dondokambey, S.Si., M.A.P., sekaligus membacakan sambutan pemerintah daerah kepada jemaat dan seluruh undangan.
Dalam sambutan itu, Vanda menyampaikan apresiasi atas perjalanan panjang pelayanan jemaat yang telah memasuki usia 60 tahun. Menurutnya, enam dekade tersebut merupakan bukti kesetiaan Tuhan sekaligus hasil dari perjuangan, pengorbanan, doa, dan ketulusan para pendahulu dalam membangun kehidupan bergereja.
Ia berharap momentum ulang tahun ini tidak sekadar dirayakan sebagai kegiatan seremonial, melainkan menjadi kesempatan untuk memperkuat iman, mengevaluasi pelayanan, serta meningkatkan peran gereja dalam kehidupan bermasyarakat.
Jemaat GMIM Imanuel Sendangan juga diharapkan terus menjadi pembawa terang Kristus, menjaga kerukunan, mempererat persaudaraan, dan menjadi mitra pemerintah dalam mewujudkan masyarakat Minahasa yang damai serta sejahtera.
Ibadah syukur berlangsung khidmat dan penuh sukacita, dengan pelayanan firman Tuhan oleh Pdt. Dr. Anthonius Dan Sompe, M.Teol., M.Pd.K. berdasarkan pembacaan Alkitab Mazmur 139:1-24, dengan tema khotbah, “Selidiki dan Ujilah Aku, Kenallah Hati dan Pikiran-Pikiranku.”
Ajak Warga Lebih Peduli Lingkungan
Di tengah suasana perayaan iman tersebut, Vanda turut menitipkan pesan penting terkait kepedulian terhadap lingkungan, terutama menghadapi musim penghujan yang diperkirakan mulai meningkat pada November.
Mengacu pada prediksi BMKG, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dengan melakukan langkah antisipasi sejak dini.
Warga diimbau menjaga kebersihan lingkungan, membersihkan saluran drainase, tidak membuang sampah sembarangan, serta memastikan kawasan tempat tinggal tetap bersih dan terawat.
Menurutnya, menjaga lingkungan bukan hanya untuk menghindari risiko banjir dan dampak musim hujan, tetapi juga merupakan tanggung jawab bersama dalam mempertahankan keindahan dan daya tarik Kabupaten Minahasa.
Kesadaran menjaga kebersihan, lanjutnya, harus dimulai dari keluarga, kemudian menjadi budaya bersama di desa dan kecamatan. Dengan demikian, potensi wisata Minahasa dapat terus dikembangkan dengan dukungan lingkungan yang bersih, indah, dan nyaman.
Ketahanan Pangan Dimulai dari Pekarangan Rumah
Selain lingkungan, penguatan ketahanan pangan keluarga juga menjadi perhatian pemerintah daerah.
Vanda mengajak masyarakat lebih bijak mengatur keuangan rumah tangga, mengutamakan kebutuhan pokok, serta tidak melakukan pembelian bahan pangan secara berlebihan menjelang akhir tahun.
Ia mendorong masyarakat memanfaatkan lahan kosong maupun pekarangan rumah untuk menanam berbagai tanaman produktif, seperti cabai, tomat, bawang, dan sayur-sayuran.
Menurutnya, langkah sederhana tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus mengurangi pengeluaran rumah tangga.
Gerakan menanam tidak membutuhkan lahan luas. Dengan memaksimalkan ruang yang tersedia di sekitar rumah, setiap keluarga sudah dapat mengambil bagian dalam memperkuat ketahanan pangan dari tingkat paling dasar.
Sambut HUT ke-598 Minahasa dengan Aksi Nyata
Dalam kesempatan itu, Vanda juga mengajak seluruh masyarakat menyambut Hari Jadi ke-598 Kabupaten Minahasa yang akan diperingati pada 5 November 2026.
Ia berharap peringatan hari bersejarah tersebut menjadi momentum memperkuat persatuan, meningkatkan kecintaan terhadap daerah, serta membangun semangat bersama untuk menjadikan Minahasa semakin maju dan sejahtera.
Rasa syukur atas perjalanan panjang Kabupaten Minahasa, menurutnya, perlu diwujudkan melalui tindakan nyata, termasuk menjaga kebersihan, merawat lingkungan, meningkatkan produktivitas, dan mendukung pengembangan sektor pariwisata.
Menutup sambutan Bupati, Vanda mengajak seluruh jemaat untuk terus menjaga semangat pelayanan, mempererat persaudaraan, serta mewariskan nilai-nilai iman kepada generasi muda.
Pemerintah Kabupaten Minahasa berharap gereja dan seluruh elemen masyarakat terus bersinergi dalam menciptakan kehidupan yang harmonis serta memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Ibadah syukur tersebut turut dihadiri Staf Ahli Bupati Bidang Ekonomi, Keuangan dan Pembangunan, Sekretaris DPRD Kabupaten Minahasa, sejumlah kepala perangkat daerah, Camat Sonder, jajaran pelayanan gereja, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta seluruh jemaat.
Enam puluh tahun perjalanan GMIM Imanuel Sendangan diharapkan menjadi pijakan untuk semakin memperkuat pelayanan gereja sekaligus menghadirkan manfaat bagi masyarakat dan kemajuan Kabupaten Minahasa.(Njel)












Komentar