realitasulut.com Minahasa – Sekda Lynda Watania mewakili Bupati Minahasa membuka kegiatan Bina Rohani Siswa di SMP Negeri 2 Tondano, Selasa (19/5/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Sekda juga membawakan materi bertema penguatan karakter, mental, dan spiritual generasi muda di era perkembangan teknologi dan arus informasi global.
Kegiatan yang digagas Forum Kerukunan Umat Beragama bersama Badan Kesbangpol Kabupaten Minahasa itu mengangkat tema
“Pembinaan Akhlak dan Mental Membangun Karakter dan Spiritual”. Acara berlangsung di aula sekolah dengan menghadirkan narasumber dari Kejaksaan Negeri Minahasa serta diikuti para siswa dan guru.
Dalam pemaparannya, Watania menegaskan bahwa penguatan karakter dan nilai kebangsaan sangat penting di tengah derasnya pengaruh media sosial dan kemajuan teknologi digital saat ini.
“Pancasila merupakan dasar negara yang mengajarkan toleransi, kemanusiaan, persatuan, dan keadilan sosial. Perbedaan agama, suku, dan budaya tidak boleh menjadi alasan untuk saling membedakan,” ujar Watania di hadapan para siswa.
Ia menjelaskan, sila pertama Pancasila menegaskan hak setiap warga negara untuk memeluk agama sesuai keyakinan masing-masing, sedangkan sila kedua mengajarkan pentingnya menghargai sesama dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara.
“Namanya kemanusiaan berarti memanusiakan orang lain, menghargai orang lain, dan memberikan keadilan bagi seluruh warga negara Indonesia,” katanya.
Sekda juga mengingatkan para siswa mengenai berbagai tantangan yang kini dihadapi generasi muda, mulai dari pengaruh negatif media sosial, kriminalitas, narkoba, hingga pergaulan bebas dan perkawinan dini.
Menurutnya, perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan dan akses informasi digital yang semakin cepat, membawa dampak positif sekaligus tantangan serius apabila tidak diimbangi dengan penguatan moral dan spiritual.
“Adik-adik sekarang bisa mendapatkan informasi dengan sangat cepat melalui teknologi. Tapi kalau tidak dibarengi penguatan karakter dan spiritual, maka sangat mudah terpengaruh hal-hal negatif,” tegasnya.
Watania turut mengapresiasi langkah Kesbangpol dan FKUB Minahasa yang terus menggencarkan pembinaan rohani di sekolah-sekolah sebagai bagian dari upaya menjaga persatuan dan kerukunan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
“Indonesia ini negara besar dengan kekayaan alam, budaya, suku, dan agama yang luar biasa. Karena itu persatuan harus terus dijaga,” ujarnya.
Ia juga mencontohkan budaya gotong royong masyarakat Minahasa seperti mapalus sebagai warisan budaya yang mampu memperkuat solidaritas sosial dan kebersamaan masyarakat.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 2 Tondano, Charlota Joselin Ngangi, menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan tersebut karena dinilai sangat bermanfaat dalam pembentukan karakter siswa.
Turut hadir sebagai narasumber, Fatahira Dira Putri dari Kejari Minahasa, serta perwakilan Kepala Badan Kesbangpol Minahasa melalui Kepala Bidang, Shel Luntas.(Njel)












Komentar