realitasulut.com MANADO — Menjelang bergulirnya Piala Gubernur Liga 4 Zona Sulawesi, kabar mengejutkan datang dari Persmin Minahasa. Klub berjuluk Laskar Manguni Makasiouw itu mengungkap dugaan adanya tekanan mental terhadap salah satu pemain senior mereka hingga yang bersangkutan meminta untuk tidak lagi membela tim, Kamis (20/3) .
Melalui Ketua Divisi Humas Persmin Minahasa, Jefry Uno, pihak klub menyampaikan adanya indikasi intervensi serius yang dinilai mencederai sportivitas kompetisi. Pemain yang dimaksud diketahui juga bekerja sebagai karyawan di salah satu bank daerah di Sulawesi Utara.
“Kami menerima laporan adanya tekanan mental yang luar biasa. Tidak hanya soal pembatasan izin dari atasan di tempat kerja, tetapi juga ada upaya sistematis untuk memaksa pemain ini memperkuat salah satu klub besar di Manado. Bahkan, jika harus berhadapan dengan klub tersebut, pemain diminta untuk tidak bermain,” ungkap Jefry.
Persmin menilai tindakan tersebut sebagai bentuk intervensi tidak etis yang merusak profesionalisme sepak bola daerah. Alih-alih membangun kekuatan tim secara sehat, oknum tertentu justru diduga mencampuri urusan internal klub lain.
“Ini bukan cara yang fair. Tindakan seperti ini mencederai integritas kompetisi dan tidak mencerminkan semangat sportivitas,” tegasnya.Situasi kian memanas setelah muncul dugaan pencatutan nama Gubernur Sulawesi Utara oleh oknum tertentu untuk memperkuat tekanan terhadap pemain tersebut. Persmin pun mengecam keras praktik tersebut.
“Mengatasnamakan Gubernur untuk kepentingan klub adalah tindakan yang tidak bertanggung jawab dan menyesatkan,” lanjut Jefry.
Meski demikian, Persmin menyatakan keyakinannya bahwa Gubernur Sulawesi Utara tidak terlibat dan tetap menjunjung tinggi netralitas serta sportivitas dalam kompetisi.
Sebagai langkah tegas, Persmin Minahasa meminta seluruh pihak menghentikan segala bentuk tekanan terhadap pemain dan menjaga integritas Liga 4.
“Kami ingin Liga 4 menjadi ajang yang bersih, adil, dan bermartabat. Tidak boleh ada intervensi atau praktik kotor yang merusak kompetisi,” pungkas Jefry.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak klub yang diduga terlibat maupun manajemen bank terkait tudingan pembatasan izin terhadap pemain tersebut.(Njel)












Komentar