realitasulut.com TONDANO – Penguatan peran perempuan dalam pembangunan daerah menjadi fokus utama Pimpinan Daerah Perempuan Indonesia Raya (PIRA) Provinsi Sulawesi Utara. Organisasi perempuan ini didorong tidak sekadar memperkuat struktur kepengurusan, tetapi juga menghadirkan program nyata yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Pelantikan dan Pengukuhan Pimpinan Daerah PIRA Sulawesi Utara bersama Pimpinan Cabang PIRA kabupaten dan kota se-Sulawesi Utara, yang berlangsung di Tondano, Kamis (5/11/2026).
Mengangkat tema “PIRA Mengedepankan Kualitas dan Integritas”, kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi sekaligus langkah memperkuat kapasitas perempuan agar semakin aktif mengambil bagian dalam kehidupan sosial, politik, dan pembangunan.
Ketua PD PIRA Sulawesi Utara, Claudya Karamoy, B.Sc., M.KPOp, dalam sambutannya menegaskan bahwa kepercayaan yang diberikan kepada setiap pengurus harus dijawab dengan kerja nyata dan pengabdian.
Menurut Claudya, keberhasilan sebuah organisasi tidak semata-mata ditentukan oleh posisi atau jabatan yang disandang para pengurus, melainkan dari seberapa besar kontribusi yang mampu diberikan kepada masyarakat.
Ia mengingatkan seluruh jajaran PIRA, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota, agar menjadikan pelantikan tersebut sebagai awal untuk bekerja, membangun solidaritas, serta menjalankan program organisasi secara konsisten.
Claudya juga menyoroti pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman Sulawesi Utara yang terdiri dari berbagai latar belakang suku, budaya, dan agama. Baginya, perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan untuk membangun kebersamaan dan memperkuat semangat gotong royong.
Ia turut mendorong perempuan agar tidak membatasi kemampuan diri dalam berkarya. Setiap potensi dan kesempatan, katanya, harus dimanfaatkan untuk menciptakan perubahan positif, mulai dari lingkungan keluarga hingga kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.
Pelantikan tersebut dihadiri Ketua Umum Pimpinan Pusat PIRA, Dr. Hj. Novita Wijayanti, S.E., M.M., bersama jajaran pengurus pusat, serta pengurus PIRA dari berbagai kabupaten dan kota di Sulawesi Utara.
Hadir pula mewakili Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara, Asisten I Denny Mangala. Dalam sambutannya, ia menyampaikan apresiasi atas terbentuk dan dikukuhkannya kepengurusan PIRA di daerah.
Denny menilai organisasi perempuan memiliki posisi penting dalam mendukung agenda pembangunan. Karena itu, ia berharap PIRA dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta mendorong pemberdayaan perempuan.
Ia juga mengajak kepengurusan yang baru dilantik untuk menjaga integritas, memperkuat kerja sama, dan membangun sinergi dengan pemerintah maupun seluruh elemen masyarakat.
Sementara itu, sambutan Ketua DPD Partai Gerindra Sulawesi Utara, Mayjen TNI (Purn.) Yulius Selvanus, S.E., disampaikan oleh Ferdinan Mewengkang.
Dalam sambutan tersebut, disampaikan ucapan selamat kepada seluruh pengurus PIRA yang telah memperoleh kepercayaan untuk menjalankan roda organisasi.
Keberadaan PIRA di tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota diharapkan semakin memperkuat konsolidasi keluarga besar Partai Gerindra di Sulawesi Utara. Selain itu, organisasi ini diharapkan menjadi ruang bagi perempuan untuk mengembangkan kemampuan, memperluas pengabdian, serta mempersiapkan kader-kader potensial untuk tampil sebagai pemimpin dan wakil rakyat.
Kehadiran Ketua Umum PP PIRA, Novita Wijayanti, turut memberikan dorongan bagi penguatan organisasi di Sulawesi Utara. Momentum ini sekaligus menjadi kesempatan untuk menyatukan visi dan langkah seluruh jajaran pengurus dalam menjalankan agenda organisasi.
Dengan terbentuknya kepengurusan baru, PIRA Sulawesi Utara di bawah kepemimpinan Claudya Karamoy diharapkan mampu memperluas gerakan hingga ke seluruh daerah, memperkuat kualitas kader, serta menghadirkan kegiatan yang produktif dan menyentuh kebutuhan masyarakat.
Pelantikan ini pun menjadi penegasan bahwa keterlibatan perempuan tidak hanya sebatas mengisi struktur organisasi, tetapi juga mengambil peran strategis dalam menentukan arah pembangunan melalui karya, integritas, dan pengabdian nyata.(Njel)












Komentar